5 bencana alam paling dahsyat di dunia, salah satunya di Indonesia
Bencana alam adalah bencana yang disebabkan oleh peristiwa yang disebabkan oleh faktor alam, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan angin topan.
Bencana alam di Bumi merupakan hal yang sulit dihindari oleh manusia, baik bencana kecil maupun besar. Bencana alam yang terjadi seringkali berdampak signifikan terhadap kehidupan manusia, mulai dari merenggut beberapa nyawa, membuat situasi suatu wilayah menjadi kacau, bahkan menghentikan suatu wilayah atau menciptakan wilayah baru.
Merangkum berbagai sumber dan mengulas 5 bencana alam terbesar dan paling merusak di dunia yang merenggut banyak nyawa.
1. Letusan Gunung Toba di Sumatera Utara (74.000 tahun yang lalu)
Letusan Gunung Toba sekitar 74.000 tahun lalu tercatat sebagai letusan gunung berapi terbesar di dunia dan menjadi salah satu bencana alam terparah.
Itu karena ledakan yang disebabkan oleh Gunung Toba mempengaruhi sebagian besar umat manusia, menyebabkan kegelapan di seperempat dunia dan membentuk kawah yang menjadi asal keberadaan Danau Toba saat ini.
Selain itu, letusan gunung berapi yang menyemburkan sekitar 2.800 kilometer kubik abu juga menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem di negara tersebut dan menutup atmosfer selama enam tahun.
Abu vulkanik dari letusan Gunung Toba juga ditemukan di banyak penjuru dunia, bahkan sampai ke Kutub Utara. Batuan vulkanik juga pernah ditemukan tersebar di beberapa tempat mulai dari Samudera Hindia hingga India bagian tengah.
Gempa Shaanxi terjadi di provinsi Shaanxi China pada 23 Januari 1556. Menurut Chinese Science Museum, gempa yang dikenal sebagai gempa Jiajing ini merupakan gempa terkuat yang pernah ada, menghancurkan area seluas 1.000 kilometer persegi.
Menurut ahli geofisika, gempa itu berkekuatan 8 skala Richter. Peristiwa ini menjadi salah satu bencana alam terparah sepanjang sejarah. Diperkirakan 830.000 orang tewas dan jutaan luka berat akibat peristiwa ini.
Tingginya angka kematian tersebut disebabkan kepadatan penduduk di kawasan tersebut, yang semakin diperparah dengan kondisi rumah yang digunakan warga yang memprihatinkan.
3. Banjir Sungai Yangtze (1931)
Sekitar bulan Juli dan Agustus 1931, hujan yang sangat deras turun di China, memicu bencana alam paling mematikan dalam sejarah dunia.
Salah satu sungai di China, Yangtze, meluap di musim dingin saat salju mencair akibat hujan lebat. Bencana banjir ini membanjiri hampir 180.000 kilometer persegi dan mengubah Sungai Yangtze menjadi lautan raksasa.
Menurut pemerintah setempat, 2.000.000 orang meninggal akibat peristiwa ini. Namun menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), sekitar 3.700.000 orang meninggal, sebagian besar karena kekurangan makanan.
4. Badai Bhola, Bangladesh (1970)
Pada pertengahan November 1970, Bangladesh dilanda sejenis badai tropis yang dikenal sebagai "Badai Bhola". Dengan angin dari badai itu mencapai 130 mph, gelombang badai setinggi 35 kaki menyapu pulau-pulau dataran rendah yang berbatasan dengan Teluk Benggala, menyebabkan banjir yang meluas.
Peristiwa mengerikan ini merenggut sekitar 300-500 ribu korban. Karena saat itu belum ada alat pendeteksi badai dan juga belum ada evakuasi warga. Tidak hanya masyarakat yang menjadi korban atas kejadian ini, namun juga banyak ternak yang mati dan terbawa arus.
5. Tsunami dan Gempa Bumi Samudra Hindia (2004)
Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bawah laut berkekuatan 9,3 skala Richter (SR) melanda pesisir barat Sumatera.
Bencana ini menyebabkan tsunami raksasa yang merenggut sekitar 230.000 jiwa dan menelantarkan jutaan orang dari total 14 negara yang juga mengalami dampaknya.
Di antara 14 negara yang terkena dampak peristiwa tersebut, Indonesia menjadi negara yang paling parah terkena dampaknya. Gelombang tsunami yang mencapai ketinggian sekitar 30 meter itu menimbulkan korban jiwa tertinggi di Indonesia.
Menurut pemerintah, 126.473 orang dinyatakan meninggal dunia dan 93.943 hilang akibat bencana ini.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar